Krisis yang membawa peluang ....
Setiap kesulitan selalu membukakan peluang untuk melangkah lebih
maju. Ketika krisis moneter menerpa Indonesia di tahun 1997, anak
perusahaan dari sebuah perusahaan nasional terkemuka, yang menjual
mesin pembuat roti mengalami kesulitan untuk menjual produk yang
dimilikinya sehingga kemudian mengalihkan bisnisnya dengan memanfaatkan
mesin-mesin tersebut untuk membuat roti-roti berkualitas tinggi
agar roda perusahaan dapat terus berjalan.
Tekad ini bukan tanpa kendala karena selain belum berpengalaman,
perseroan yang seharusnya menekan pengeluaran justru harus menyediakan
modal lebih besar untuk menghidupkan usaha ini.
Pada bulan Agustus 1997, toko pertama “Mahkota Bakery”
dibuka di Makassar yang merupakan kerjasama dengan pemasok mesin
dari Taiwan. Setahun kemudian, di bulan Oktober 1998 toko kedua
mulai beroperasi di Surabaya. Masih di tahun yang sama, dengan
lompatan internasional dibukalah toko roti di Myanmar bernama
“Wonder Bread”.
Setelah berjalan 2 tahun, perseroan mengganti nama “Mahkota”,
yang ternyata sudah milik perusahaan lain, menjadi “ Buana”.
Pada Bulan November 1998, toko “Roti Buana” yang pertama
dibuka di Jakarta. Kemudian di bulan Juli 1999 kembali sebuah
toko “Roti Buana” dibuka di Semarang.
Sejak saat itu, Roti Buana terus membuka lebih banyak lagi pusat
distribusi dan toko di Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar
seiring pertumbuhan penjualan yang semakin pesat.